Senin, 16 April 2018

PERHITUNGAN SUKU BUNGA KREDIT MENGGUNAKAN FLAT RATE DAN SLIDING RATE


   Sebelum kita membahas mengenai perhitungan suku bunga kredit menggunakan flat rate dan sliding rate, kita harus mengetahui pengertian dan fungsi kredit. Berikut pembahasan lebih lanjut.

  Kredit, menurut Bank Indonesia, merupakan penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu  berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam‐meminjam antara bank dengan  pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah  jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Kredit memiliki tujuan(fungsi) sebagai berikut :
·                     Meningkatkan utility (daya guna) dari modal/uang.
·                     Meningkatkan utility (daya guna) suatu barang.
·                     Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.
·                     Menambah gairah berusaha masyarakat.
·                     Alat Stabilitas Ekonomi.
·                     Jembatan untuk peningkatan pendapatan nasional.
·                     Sebagai alat meningkatkan hubungan ekonomi internasional.  
     Bunga kredit, atau bunga pinjaman, merupakan harga yang harus dibayar oleh nasabah kepada perrusahaan pembiayaan atau bank atas fasilitas yang doterima oleh nasabah dalam bentuk pinjaman atau kredit. Bunga yang dinyatakan dalam bentuk persentase.
       Berikut merupakan metode perhitungan bunga kredit :
·                     Flat Rate
Pembebanan bunga setiao bulan tetap dari jumlah pinjamannya.
·                     Sliding Rate
Pembebanan bunga setiap bulan akan disesuaikan dengan sisa pinjamannya.

Berikut merupakan rumus dalam perhitungan bunga kredit :

Berikut merupakan rumus dalam perhitungan cicilan pokok :

CONTOH KASUS

     Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 30.000.000,- untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa. Hitunglah cicilan setiap bulannya jika di hitung dengan metode Flat Rate dan Sliding Rate

Jawaban dengan metode Flat Rate, terdapat pada gambar berikut :

Jawaban dengan metode Sliding Rate, terdapat pada gambar berikut :

Sumber :
https://www.kreditpedia.net/pengertian-bunga-kredit-jenis-dan-cara-perhitungannya/



Selasa, 27 Maret 2018

Improving Your Reading and Listening Skills (TOEFL)


Improving Your Reading and Listening Skills (TOEFL)

TOEFL Preparation Tips for Reading Section:
Hasil gambar untuk reading
A. Read English articles: The best way to improve your reading skills is by reading newspapers, magazines, articles etc in English. They help a lot in building your vocabulary
B. Practice grammar: Since the purpose of the exam is to test your vocabulary skills, you should make sure that your knowledge of grammar rules is updated. If you are worried about poor grammar, then the best trick is to practice grammar like you practice mathematics. Work on the preposition, tenses and voices and articles as they form the base of grammar.
C. Practice comprehensions: The reading section is loosely based on comprehension and like in comprehension, you are required to choose and summarize sentences that best describe the passages and the questions asked. In that case, it helps to practice comprehensions. Practicing comprehension will not only help you crack the contents of the exam, it will also make you efficient and fast.
TOEFL Preparation Tips for Listening Section:
Hasil gambar untuk listening
A. Listen to Broadcasts: One of the easy ways to prepare for this test is by listening to discussions and debates on television. Broadcasts over the radio are very helpful as the test will also be along the same lines. An interesting method is to watch English cinema as that is where the conversations are most general and fluent. Of course, you can also watch English documentaries and feature shows.
B. Make notes: Making notes is an important aspect of listening practice. Write down whatever you think is important and always make sure that you understand what you write down.
C. Accent comfort: Build a comfort level with the foreign accent. The accent of native English speakers is usually fast and smooth. It might be difficult for you to grasp the conversation in the beginning but with more listening practice you should be able to enhance your comfort with the language.


Senin, 20 November 2017

Pengaruh TI dan Audit Berbantuan Komputer

Pengaruh TI dan Audit  Berbantuan Komputer

Terdapat 5 pengaruh TI sebagai perngkat yang digunakan disebuah perusahaan, yaitu:
1. Perubahan bentuk informasi sebagai bukti audit dari informasi yang menggunakan kertas (visual) menjadi bentuk elektronik (non visual) yang tersimpan dalam media penyimpanan computer.
2. Perubahan bentuk bukti audit tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi cara memperoleh bukti audit dan cara mengevaluasi bukti audit yang telah diperoleh tersebut.
3. Volume data yang tersimpan pada sebuah perusahaan, apalagi perusahaan multinasional, misalnya telah mencapai ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai kapasitas terra byte, bahkan mungkin penta byte.
4. Perubahan jejak audit, yakni suatu mekanisme yang memungkinkan pelacakan kronologis suatu transaksi dari awal sampai akhir ataupun sebaliknya.
5. Adanya perubahan struktur pengendalian internal perusahaan, terutama yang berkaitan dengan pengolahan data.
Proses Audit Berbantuan Komputer
Secara umum, Teknik Audit Berbantuan Komputer (TABK) atau Computer Assisted Audit Technique Tools (CAATT) adalah setiap penggunaan teknologi informasi sebagai alat bantu dalam kegiatan audit. TABK/CAATT dapat juga didefinisikan sebagai penggunaan perangkat dan teknik untuk mengaudit aplikasi komputer serta mengambil dan menganalisa data.

Aplikasi Audit Berbantuan Komputer

Apabila auditor memilih untuk melakukan pengujian aplikasi, maka ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya adalah:
1. Test Data
Metode ini menggunakan data masukan yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari perangkat lunak aplikasi auditan. Hasil pemrosesan data tersebut akan dibandingkan dengan ekspektasi auditor. Jika ada hasil yang tidak sesuai, mungkin ini suatu indikasi penyimpangan logika atau mekanisme pengendalian.
2. Integrated Test Facility (ITF)
Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.
3. Parallel Simulation (PS)
Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang sedang diuji.
Hasil gambar untuk logo gunadarma

JENIS & RESIKO AUDIT

Dalam pelaksanaannya, audit dibagi menjadi beberapa jenis. Yaitu audit yang ditinjau berdasarkan luas pemeriksaan, audit yang ditinjau berdasarkan bidang pemeriksaan, serta audit yang ditinjau berdasarkan auditor. Agar lebih jelas, beberapa jenis audit itu adalah:
  1. Audit yang pertama adalah audit yang ditinjau berdasarkan luas pemeriksaan                 
Dimana audit jenis ini memiliki dua sifat. Yaitu pemeriksaan yang bersifat umum dan pemeriksaan yang    bersifat khusus. Berikut penjelasannya:Audit yang ditinjau berdasarkan luas pemeriksaan
a. Audit pemeriksaan umum atau General Audit
Sama seperti namanya, audit pemeriksaan umum adalah pemeriksaan laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Audit Pusat atau KAP yang bersifat independent pada suatu perusahaan. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh sekaligus memberikan penilaian juga opini tentang kewajaran laporan keuangan.
b. Audit pemeriksaan khusus atau Special Audit

Lawan dari pemeriksaan umum, audit pemeriksanaan khusus hanya dilakukan sesuai permintaan dari perusahaan. Audit yang dilakukan pada pemeriksaan khusus ini juga terbatas tidak umum seperti yang dilakukan pada pemeriksaan umum. Namun walaupun seperti itu, pengerjaan tetap dilakukan oleh Kantor Audit Pusat atau KAP.

  1. Audit yang ditinjau berdasarkan bidang pemeriksaan
Audit selanjutnya adalah audit yang ditinjau berdasarkan bidang pemeriksaannya dimana bidan yang biasa diperiksa adalah laporan keuangan, operasional, ketaatan, dan yang lainnya. Berikut adalah penjelasan dari jenis-jenis audit tersebut:
a. Audit Operasional atau Management Audit
Tujuan audit ini adalah untuk mencari tahu apakah kegiatan operasional yang dilakukan dalam sebuah perusahaan sudah berjalan dengan efisien dan efektif atau belum. Kegiatan operasional lain yang di audit oleh audit operasional ini adalah kebijakan akuntansi.
b. Audit Ketaatan atau Compliance Audit
Tujuan dari audit ini adalah untuk mencari tahu apakah perusahaan/organisasi sudah menaati peraturan yang berlaku atau belum. Peraturan ini bisa menyangkut peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan/organisasi itu sendiri ataupun peraturan, ketetapan, atau kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah..
c. Audit Laporan Keuangan atau Financal Statement Audit

Tujuan audit ini adalah untuk mencari tahu apakah laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum atau belum. Audit ini dilakukan dengan cara mengumpulkan dan melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan yang ada.
  1. Audit Yang Ditinjau Berdasarkan Auditor
Audit yang ditinjau berdasarkan auditor atau kelompok pelaksana audit ini terbagi menjadi tiga macam. Mereka adalah:
a. Auditor Eksternal
Auditor eksternal adalah auditor yang bekerja untuk kantor/lembaga akuntan publik yang merupakan pihak ke-3 dimana status mereka berada di luar lembaga atau perusahaan yang mereka audit. Auditor eksternal bekerja secara obyektif dan bersifat independent.
b. Auditor Internal
Auditor internal adalah auditor yang bekerja untuk perusahaan dimana mereka bekerja. Mereka bertugas untuk mengawasi asset atau Saveguard of Asset dan mengawasi aktifitas sehari-hari operasional perusahaan mereka.
c. Auditor Pajak
Di Indonesia, auditor pajak biasanya dilaksanakan oleh Direktorat Jendral Pajak atau DJP yang tugasnya adalah melakukan ketaatan wajib pajak sesuai undang-undang yang berlaku.
JENIS-JENIS RISIKO AUDIT

Dari rumusan model risiko audit ada 4 (empat) jenis risiko audit. Masing-masing jenis risiko audit tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

  1.  Planned Detection Risk (Risiko Penemuan yang Direncanakan)
Adalah risiko bahwa bukti yang dikumpulkan dalam segmen gagal menemukan kekeliruan yang melampaui jumlah yang dapat ditolerir.

       2.  Acceptable Audit Risk (Risiko Audit yang dapat diterima)
Adalah ukuran ketersediaan auditor untuk menerima bahwa laporan keuangn mengandung salah saji material tanpa pengecualian telah diberikan. Risiko ini ditetapkan secara subyektif bahwa auditor bersedia menerima laporan keuangan tidak disajikan secara wajar setelah audit selesai dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah diberikan.
       3. Inherent Risk (Risiko Bawaan atau Risiko Melekat)
Adalah penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi, sebelum memperhitungkan faktor efektivitas pengendalian intern.
       4. Control Risk (Risiko Pengendalian)
Adalah ukuran penetapan auditor akan kemungkinan adanya kekeliruan (salah saji) dalam segmen audit yang melampaui batas toleransi yang tidak terdeteksi atau tercegah oleh struktur pengendalian intern klien. 
Hasil gambar untuk logo gunadarma

Minggu, 08 Oktober 2017

Audit Teknologi Sistem Informasi

Audit Teknologi Sistem Informasi

 Hasil gambar untuk audit

Soal:
1.       Apa itu yang disebut dengan:
·         Audit
·         Teknologi
·         Sistem informasi
·         Audit teknologi sistem informasi
2.      Fenomena era sistem informasi
3.      Perkembangan audit saat ini
4.      Review software akuntansi

Jawab :
1.       Audit adalah  pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk.

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Sistem informasi adalah pergabungan antara sistem dan informasi. Sistem berarti sekumpulan komponen yang terhubung untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan informasi adalah suatu data yang sudah diolah. Jadi sistem informasi adalah kumpulan komponen yang dapat menghasilkan data yang penting / informasi.

Audit teknologi sistem informasi adalah merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan untuk menghasilkan suatu informasi.

2.      Fenomena era sistem informasi yaitu mudah nya kita untuk mendapatkan dan membagikan suatu informasi ke internet, namun hal ini dapat juga di salah gunakan oleh pengguna internet dengan menyebarkan berita hoax.

3.      Perkembangan audit di Indonesia saat ini yaitu kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor, karena fungsi audit tidak dipahami dengan benar. 

4.      Review software Accurate
Dari segi fitur dan modulpun sudah sangat sesuai dengan berbagai jenis usaha yang ada di Indonesia. Bahasa sistem di Software Akuntansi ACCURATE Indonesia ini juga ada pilihan untuk menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sehingga dapat disesuaikan dan diterima oleh masyarakat luas.



Hasil gambar untuk gunadarma